Jumat, 16 Oktober 2009


PROFIL PEMANDU
Nama Lengkap : Maria Unfa
Nama panggilan : Maria
TTL : Kabupaten Semarang, 4 April 1989
Alamat Asal : Ungaran
Alamat yogja : Pogung Dalangan XVI/XI/8A, Mlati, Sinduadi,Sleman
Hp : 08994119755
Email : Fa_ffantasy@yahoo.com
Hobi : Travelingdan adventur
Agama : Islam
Makes : Rawon
Mikes :Air putih
Deskripsi : berjilbab, pakek kacamata, dan manis.



Profil
Nama Lengkap : Rizkie Adhitrina Budhi
Nama panggilan : Rizkie
TTL : Yogyakarta, 23 Januari 1990
Alamat Asal : Depokan KG II/166a, Yogyakarta
Alamat yogja : -
Hp :081520338841
Email : riz_duga@yahoo.com
Hobi : Browsing dan Bermain
Agama : Islam
Makes : yang penting halal dan tidak aneh-aneh
Mikes : air putih
Deskripsi : Saya adalah orang yang pendiam. Ingin sekali mempunyai pengetahuan yang luas dan banyak pengalaman



PROFIL
Nama Lengkap : I Wayan Agus Darma
Nama panggilan : Agus
TTL : Tanglad, 29 Juni 1991
Alamat Asal : Bali
Alamat yogja : Jakal 8,4 Km
Hp : 081916744562
Email : jerinkagus@yahoo.co.id
Hobi : Bulu tangkis
Agama : Hindu
Makes : Nasi Putih
Mikes : Air Putih
Motto : Hidup itu Indah




PROFIL
Nama Lengkap : Restu Khoerul Umam
Nama panggilan : Restu
TTL : Garut, 23 November 1990
Alamat Asal : Garut
Alamat yogja : Sendowo
Hp : 085220995254
Email : chaerumam.restu@yahoo.co.id
Hobi : Nonton
Agama : Islam
Makes : Nasi telur, ayam, dll
Mikes : Air putih
Deskripsi : Jarang ngomong, pendiam, pemalas, malas bangun pagi dan belajar
Motto : Selama maih ada nyawa, aku akan terus beruaha



PROFIL
Nama Lengkap : Maulida Fitri
Nama panggilan : ipit
TTL : Medan, 12 Oktober 1989
Alamat Asal : Medan
Alamat yogja : Pogung Dalangan
Hp : 081370929927
Email : -
Hobi : Baca
Agama : Islam
Makes : yang penting enak
Mikes : yang bersoda
Deskripsi : pendiam dan tidak mudah menyesuaikan diri ddengan orang lain





PROFIL
Nama Lengkap : Nurfajriah
Nama panggilan : fajri
TTL : Yogyakarta, 7 Januari 1991
Alamat Asal : Perum Sleman Permai II Blok G.09,
Pangukan, Tridadi,Sleman, Yogyakarta
Hp : 085743010559
Email : Sunsetzpoet@yahoo.com
Hobi : renang
Agama : Islam
Makes : Sop ayam dan soto
Mikes : air putih dan jus melon
Deskripsi : Galak, suka nonton, paling sebel sama orang sombong dan egois
Motto : Takkan ku biarkan 1 tetes air mata ibuku jatuh dari matanya






PROFIL
Nama Lengkap : Sekar Pranadita
Nama panggilan : Sekar
TTL : Bogor, 22 Juni 1991
Alamat Asal : Jl Durian D5 no.5 Dian Asri II
Pabuaran-Cibinong
Alamat yogja : Jl Kaliurang Km 8,5
Jl Damai gg. Sirsak
Hp : -
Email : kami D_misuzu 22@yahoo.com
Hobi : baca dan nonton flim
Agama : Islam
Makes : nasi goreng
Mikes : Air putih




PROFIL
Nama Lengkap : Alfian Rachmadhani
Nama panggilan : fian
TTL : Gresik, 4 April 1991
Alamat Asal : Sukoharjo 113, Congkaat
Hp : 085746685531
Email : Alfianrachmadhani@rocketmail.com
Hobi : mengaji
Agama : Islam
Makes : nasi
Mikes : air putih
Deskripsi : Pendiam, pemalu, jujur, kurang suka menabung







PROFIL
Nama Lengkap : Baskoro Bagus Raharjo
Nama panggilan : Bagus
TTL : Manado, 6 Maret 1991
Alamat Asal : Ciputat,Tangerang selatan
Alamat yogja : Blimbing Sari, Yogyakarta
Hp : 085697381260
Email : baguskoro_10@yahoo.com
Hobi : Nonton,Basket,traveling
Agama : Islam
Makes : Ikan baker buatan mama
Mikes : Teh
Deskripsi : Tinggi,Supel,Ceroboh




PROFIL
Nama Lengkap : Ilda Mariana da Silva
Nama panggilan : Ilda
TTL : Dili, 23 April 1990
Alamat Asal : Timor Leste
Alamat yogja : Jetis
Hp : 085743429915
Email : joy_ildasilva@yahoo.com
Hobi : Baca, nonton, makan
Agama : Kristen
Makes : ikan goreng
Mikes : Nutrisari
Motto : A friend in need is a friend in deed

Kamis, 15 Oktober 2009

Resume Minded

RESUME MINDED

Geodesi yang ke XXIII yang dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober 2009 dan dimulai pada jam 07.00 WIB ini diikuti oleh 87 peserta angkatan 2009. Para peserta diwajibkan datang lebih wala untuk menghindari adanya pelanggaran yang sangat fatal yaitu datang terlambat. Acara Geodesi Minded pertama kali diawali dengan absensi peserta. Dan dari semua peserta Geodesi Minded ada 4 peserta yang tidak mengikuti Geodesi Minded dan 4 orang peserta yang datang terlambat. Dari salah satu peserta tersebut ada yang datang terlambat sampai 30 menit.
Setelah selesai absensi, upacara pembukaan Geodesi Minded yang ke XXIII dibuka oleh bapak Gondang Riyadi lalu diikuti oleh sambutan dari ketua OC Geodesi Minded Afden Mahyeda,yang kemudian dilanjutkan sambutan dari Ketua KMTG Anjas Bandarso. Setelah itu dilanjutkan oleh sambutan ketua jurusan Teknik Geodesi Ir. Subaryono, MA, Ph.D
Acara yang satu persatu telah dilaksanakan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan panitia-panitia Geodesi Minded yang ke XXIII. Setelah itu acara dilaksanakan dengan pengenalan dan pengajaran hormat geodesi. Dengan gerakan-gerakan hormat Geodesi yang setiap gerakannya bermakna, para peserta mulai menghapal gerakan demi gerakan dari hormat geodesi. setelah itu para peserta geodesi minded yang ke XXIII mengikuti pemandunya masing – masing ke lab dan BSO yang ada di geodesi itu sendiri. Lab pertama yang dikunjungi adalah:
1. Lab Geodesi Geomatika
Lab ini ditugasi oleh pak bilal. Dalam lab ini terdapat alat GPS (global positioning system). GPS sendiri dibagi menjadi 2 macam yaitu GPS geodetic (dengan ketelitian sampai mm) dan GPS Navigasi yang berfungsi untuk tracking atau mencari jalur.
Untuk GPS Geodetic sendiri terdiri dari :
• Kontroler → untuk mengatur saat koreksi
• Sensor → untuk menerima sinyal yang dipasang di statif
• Antena → untuk menerima sinyal dari satelit
• Carier → sebagai pembawa antenna
• Tribach → sebagai penghubung statif-statif antenna (untuk sentering skrup ABC)
• Heighook → untuk mengukur tinggi
• Cabel conector → menghubungkan koneksi
Software yang biasa dugunakan ada 2 macam, yaitu komersial (SKI, GPS Survey, Geogenius) dan software non komersial (Gemit, dsb)
2. Lab Geomatika
Diterangkan oleh kak gito angkatan 2006. Lab ini biasanya disebut lab kartografi( seni menggambar peta), lab pengolahan citra/ gambar dan lab pengolahan data lab ini digunakan untuk pratikum pengolahan data- data. Alat – alat yang ada di lab ini antara lain:
- Meja digitaser( tidak digunakan lagi karena ada yang lebih canggih)
- Plotter ( printer sekala besar, missal ukuran A0 dan A1)
- Lemari dan computer
Software yang digunakan adalah auto desmap, matlap( U/hitungan)
3. Total Stasion sipat dasar
Total stasion berfungsi untuk menghitung sudut dan jarak dengan kelebihan presisi tinggi dan tidak perlu mencatat data/ Jarak sudutnya. Pada total stasiaon menggunakan gelombang cahaya. Kelemahan dari total stasion kurang teliti pada bidang Z padahal X dan Y memiliki ketelitian yang tinggi.
Untuk sifat datar, ada 3 macam yaitu pengungkit otomatis, digital. Dengan Z ketelitian, yang memiliki kelemahan X dan Y yang rendah. Kegunaan dari sifat datar ini adalah untu mengukur beda tinggi. Software dalam bentuk excel.
4. Lab Hidro Oseanografi
Alat yang ada di lab ini adalah ekosunder yang terdiri dari 2 macam. Yaitu ekosounder analog (multichannel sounder, dan preposition sounder) sedangkan ekosounder digital (digiekosounder). Prinsip untuk ekosounder analog adalah:
- Prinsip gel suara untuk mengukur jarak dikalikan gelombang ditambang gelombang pulang.
- Satelit alanutis : satelit yang difokuskan untuk pengukuran hidrografi ditambah hidrologi.
- Dengan grafik gelombang longitudinal merepresentasikan kedalaman outputnya berupa data mentah kemudian diolah dengan software.
Software yang digunakan untuk analog dan digital adalah autocard dan sulver / GPS sounder yaitu software bawaan dari alat. Kegunaan mengetahui ada tidaknya ikan, dengan struktur batuan.
5. Lab Fotogrametri
Yang diterangkan oleh Noval Setiawan angkatan 2007. Fotogrametri adalah pengukuran dengan menggunakan bantuan foto/ image. Software yang digunakan adalah foto modern tambah PCI. Lapangan fotogrametri adalhan pertambangan , perkebunan dan untuk deteksi bencana.
Setelah kunjungan ke lab-lab yang ada di geodesi, acara kemudian dilanjutkan dengan isoma. Kemudian dilanjutkan dengan acara pengenalan BSO yang ada di geodesi beserta KMTG. BSO yang pertama dikunjungi adalah BSO geodipa. Setelah itu dilanjutkan ke geodesi English club. Setelah itu, melanjutkan kunjungan ke KMTG.yang menjelaskan struktur keluarga dari mahasiswa geodesi itu sendiri. Kemudian dilanjutkan ke geodeta. Yaitu salah satu BSO yang bertujuan mengembangkan kreativitas mahasiswa geodesi dalam bidang tulis menulis. Setelah dari geodeta yang merupakan kunjungan BSO yang terakhir. Acara dilanjutkan dengan isoma. Setelah isoma acara dilanjutkan dengan penegakan kediplinan yang kemudian dilanjutkan dengan sharing dengan pemandu untuk persiapan geodesi minded berikutnya supaya lebih baik.setelah itu ada pengarahan dari panitia mengenai tugas- tugas minded selanjutnya yang kemudian dibubarkan minded pada tanggal 10 oktober 2009 pada pukul sekitar jam 05.30 sore.

diskripsi awal berdirinya geodesi sampai sekarang



Sejarah Jurusan Teknik Geodesi FT UGM
Jurusan Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada merupakan salah satu dari delapan Jurusan yang ada di lingkungan Fakultas Teknik UGM. Pada awal berdirinya yaitu pada bulan Agustus tahun 1959 masih merupakan program studi gabungan dengan program studi Teknik Geologi yang bernama Bagian Teknik Geodesi dan Geologi. Pada tahun 1962, berdasar UU No. 22 Tahun 1961, Bagian Teknik Geodesi dan Geologi dipecah menjadi dua bagian yaitu Bagian Teknik Geodesi dan Bagian Teknik Geologi yang masing-masing berdiri sendiri-sendiri. Sejak awal berdirinya sampai dengan tahun 1979, sistem pendidikan di Fakultas Teknik UGM (termasuk di Bagian Teknik Geodesi) menggunakan sistem paket yang dikenal dalam beberapa tingkatan studi yaitu tingkat Propaedeuse, tingkat Kandidat, tingkat Doctoral I (Sarjana Muda/B.Sc.), dan tingkat Doctoral II (Insinyur). Pada tahun 1980, berdasar SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0214/U/1979, Bagian Teknik Geodesi berubah menjadi Jurusan Teknik Geodesi dengan memberlakukan kurikulum baru 1980 yang untuk pertama kalinya menerapkan Sistem Kredit Semester (SKS). Mulai tahun 1994, Jurusan Teknik Geodesi menempati Kampus baru berlantai 3 seluas 4.237 m2 di Kompleks Fakultas Teknik UGM Jl. Grafika No 2, Yogyakarta. Sementara dalam usahanya untuk terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntutan kebutuhan pasar, Jurusan Teknik Geodesi FT-UGM telah beberapa kali melakukan penyempurnaan kurikulum. Kurikulum 1980 yang telah berjalan hampir 8 tahun lamanya, pada tahun 1988 mengalami penyempurnaan sehingga menghasilkan Kurikulum 1988. Selanjutnya pada tahun 1995 dilakukan lagi evaluasi Kurikulum 1988 untuk disempurnakan sesuai dengan perkembangan iptek dan diberlakukannya Kurikulum Nasional, sehingga menghasilkan Kurikulum 1996. Pada tahun 2000 telah dilakukan evaluasi kurikulum 1996 yang menghasilkan Kurikulum 2001. Evaluasi dilakukan dengan pedoman : Kriteria ABET 2000, beban studi 144 SKS, waktu studi 8 semester dan standar lulusan mengacu pada Standar Kompetensi Dewan Geomatika Indonesia. Nama Program Studi Teknik Geodesi diganti dengan nama Program Studi Teknik Geodesi-Geomatika dengan alasan adanya perubahan paradigma dari Teknik Geodesi ke Teknik Geomatika, sehingga lulusan Teknik Geodesi tidak hanya memiliki kemampuan membuat peta, tetapi juga memiliki kemampuan menyajikan informasi kebumian yang diintegrasikan untuk penggunaan di berbagai bidang seperti : kadastral (pertanahan dan pajak bumi bangunan), infrastruktur (pemukiman, jalan, pelabuhan, jembatan dan utilitas), eksplorasi dan pengembangan wilayah (manajemen sumberdaya alam dan lingkungan, sosial ekonomi dan kependudukan), serta hidrografi dan kelautan (batimetri, survei rekayasa bawah air dan pengelolaan wilayah pesisir). Sebagai komitmen pengembangan kualitas pendidikan, Kurukulum 2001 pun telah dievaluasi dan sebagai hasilnya adalah penyusunan kurikulum baru tahun 2006. Kurikulum ini mulai berlaku pada tahun ajaran 2006/2007 dengan peraturan peralihan yang sedapat mungkin tidak merugikan mahasiswa. Silahkah baca penjelasan kurikulum 2006 untuk informasi yang lebih rinci. Jurusan Teknik Geodesi Fakultas Teknik UGM saat ini memiliki staf dosen sebanyak 34 orang, dengan rincian 3 orang Doktor (S3), 28 orang Magister (S2), dan 3 orang berpendidikan S1. Saat ini 9 orang sedang mengikuti program Doktor dengan rincian 4 orang di Malaysia, 1 orang di Belanda dan 4 orang di UGM. Selain itu ada 2 orang yang sedang studi magister di Malaysia. Sesuai dengan penilaian BAN (Badan Akreditasi Nasional), program studi S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik UGM mendapat peringkat "A" yaitu berdasarkan:
Surat Keputusan nomor : 00744/AK-I.1/UGMTHG/VIII/1998).
Surat Keputusan nomor : 027/BAN-PT/AK-VII/S1/IX/2003)Disamping usaha-usaha pengembangan di atas, Jurusan Teknik Geodesi Fakultas Teknik UGM juga telah mengembangkan dan menyelenggarakan beberapa program studi baru (selain S1 reguler), yaitu :
Diploma I (D1) Survei dan Pemetaan Kadastral (1998),
Diploma III (D3) Teknik Geomatika (2000),
S1 Swadaya Teknik Geodesi-Geomatika (2000), dan
Pasca Sarjana (S2) Teknik Geomatika (2001).

deskripsi logo

GEODESI SATELIT

Dalam logo kami, terdapat gambar-gambar, sebagai berikut:

1. Salah satu satelit buatan yang mengorbit bumi. satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentuSatelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Ada dua jenis satelit yakni satelit alam dan satelit buatan.

2. Bumi. Yakni planet dimana satelit itu mengorbit.

3. Angka 7, nomor urut kelompok geosat.,

4. Tulisan geosat, yakni singkatan dari geodesi satelit nama kelompok kami.

5. Bingkai berbentuk lingkaran, sesuai bentuk bumi.

deskripsi geodesi satelit

Geodesi Satelit dan Aplikasinya

Geodesi Satelit dapat didefinisikan sebagai sub dari bidang ilmu geodesi yang menggunakan bantuan satelit (alam ataupun buatan manusia) untuk menyelesaikan problem-problem geodesi. Menurut Seeber (1993) Geodesi Satelit meliputi teknik-teknik pengamatan dan perhitungan yang digunakan untuk memecahkan problem-problem geodesi dengan menggunakan pengukuran-pengukuran yang teliti ke, dari, dan antara satelit buatan yang umumnya dekat dengan permukaan bumi. Geodesi satelit memiliki banyak aspek-aspek keilmuan, yang secara umum diantaranya meliputi teori orbit, sinyal dan propagasi, dinamika satelit, sistem waktu, sistem koordinat, dan lain-lain.

launchharvard-edu.jpg alma_artoso-chalmer-se.jpg vlbixjltpcom.jpg gpssatellitecvtcedu.jpg

Perkembangan bidang Geodesi Satelit

Perkembangan bidang geodesi satelit dimulai semenjak diluncurkannya satelit-satelit buatan manusia ke luar angkasa. Satelit buatan manusia yang pertama diluncurkan untuk mengorbit Bumi adalah SPUTNIK 1, yang diluncurkan pada tanggal 4 Oktober 1957 oleh Uni Soviet, dan bertahan hidup sampai awal 1958. SPUTNIK 2, diluncurkan pada tanggal 3 November 1957. Setelah itu pada tanggal 31 Januari 1958, Amerika Serikat meluncurkan satelitnya yang pertama yaitu EXPLORER 1. Dari kacamata geodesi, kontribusi yang signifikan dari sistem satelit dimulai dengan satelit VANGUARD 1 yang diluncurkan oleh Amerika Serikat pada Maret 1958 [Smith, 1997]. Perlu dicatat di sini bahwa satelit geodetik yang sebenarnya adalah satelit ANNA-1B, yang diluncurkan pada tahun 1962 oleh Amerika Serikat. Satelit ini dilengkapi dengan kamera geodetik, pengukur jarak elektronik, serta Doppler. Proyek satelit ANNA ini punya kontribusi ilmiah yang besar dalam pengembangan sistem SLR (Satellite Laser Ranging) selanjutnya. Sampai dengan 19 Januari 2000, jumlah satelit buatan manusia yang telah diluncurkan men-gorbit Bumi adalah 5159 satelit, dimana 2647 masih aktif pada waktu tersebut [ANA,2000].

SISTEM GEODESI SATELIT YANG ADA SAMPAI SAAT INI

Sistem geodesi satelit tertua adalah sistem astronomi geodesi yang berbasiskan pada pengamatan bintang, dan sampai saat ini masih digunakan meskipun terbatas pada aplikasi-aplikasi tertentu saja. Sebagai contoh metode ini telah digunakan sejak 1884 untuk penentuan lintang secara teliti di Potsdam. Disamping itu metode astronomi geodesi ini juga sudah berkontribusi dalam pengamatan pergerakan kutub (polar motion) sejak tahun 1890 (FGS, 1998).

Teknik fotografi satelit merupakan teknik geodesi satelit (buatan) tertua. Metode fotografi satelit ini berbasiskan pada pengukuran arah ke satelit, yaitu dengan pemotretan satelit berlatar bintang-bintang yang telah diketahui koordinatnya. Dengan menggunakan jaringan kamera Baker-Nunn, metode ini telah dimanfaatkan untuk menjejak satelit-satelit buatan generasi awal seperti Sputnik-1 dan 2, Vanguard-1, dan GEOS-1 pada era 1957 sampai awal 1960-an; dan telah berhasil mengestimasi penggepengan serta bentuk “pear-shape” 7 dari Bumi.

Metode LLR (Lunar Laser Ranging) yang berbasiskan pada pengukuran jarak ke Bulan dengan menggunakan sinar laser, mulai berkembang sejak tahun 1969, yaitu sejak ditempatkannya sekelompok reflektor laser di permukaan Bulan oleh misi Apollo 11. Metode yang prinsipnya sama dengan metode SLR (Satellite Laser Ranging) ini, masih digunakan sampai saat ini. Sedangkan metode VLBI (Very Long Baseline Interferometry) yang berbasiskan pada pengamatan gelombang radio yang dipancarkan oleh kuasar pada dua lokasi pengamatan yang berjarak jauh, mulai umum digunakan sejak tahun 1965 dan sampai saat sekarang ini masih dimanfaatkan untuk aplikasi-aplikasi geodetik berketelitian tinggi.

Sistem satelit altimetri yang berbasiskan pada pengukuran jarak muka laut dari satelit dengan menggunakan gelombang radar mulai berkembang pada tahun 1973, dengan diluncurkannya satelit Skylab yang merupakan satelit pertama yang membawa sensor radar altimeter. Sistem satelit altimetri ini terus dimanfaatkan sampai saat ini dengan menggunakan misi-misi satelit terbaru seperti Topex/Poseidon dan Jason, terutama untuk mempelajari karakteristik dan dinamika lautan dan interaksinya dengan fenomena-fenomena atmosfir.

Dalam konteks sistem satelit navigasi, sistem TRANSIT (Doppler) adalah sistem satelit navigasi yang pertama dibangun. Sistem ini didesain pada tahun 1958, dan dinyatakan operasional pada tahun 1964 (untuk pihak militer) dan 1967 (untuk pihak sipil). Pada saat ini sistem satelit ini praktis sudah tidak digunakan lagi, tergantikan oleh sistem-sistem GPS dan GLONASS [Abidin, 2000]. Kalau diringkaskan maka sistem-sistem yang masih banyak dimanfaatkan dalam bidang geodesi satelit saat ini adalah sistem-sistem SLR, LLR, VLBI, satelit altimetri dan satelit navigasi GPS dan GLONASS, InSAR, Satelit Gravimetrik (GOCE, GRACE) dan nanti akan muncul Sateli Galileo.

Beberapa Contoh Aplikasi dari Sistem Geodesi Satelit

Pemanfaatan sistem pengamatan geodesi satelit pada saat ini sangat luas spektrumnya. Spektrum aplikasinya mencakup skala lokal sampai global, dari masalah-masalah teoritis sampai aplikatif, dan juga mencakup matra darat,laut, udara, dan luar angkasa. Contoh beberapa aplikasi geodesi satelit diantaranya untuk bidang aplikasi geodesi global (penentuan parameter-parameter orientasi Bumi,penentuan model dari Bumi, termasuk dimensi dari ellipsoid referensi nya,penentuan model medan gaya berat Bumi, termasuk geoid globalnya,studi-studi geodinamika,pengadaan kerangka referensi global, dan Unifikasi datum-datum geodesi (termasuk datum regional, datum nasional, dan datum lokal)), studi geodinamika (pengadaan jaringan pemantau untuk mempelajari pergerakan lempeng (plate/crustal motions) ataupun sistem sesar (fault system),penentuan parameter-parameter pergerakan kutub (polar motion) dan rotasi bumi (earth rotation), dan penentuan parameter-parameter dari pasang surut bumi), penentuan titik kontrol geodesi (pengadaan kerangka dasar titik-titik kontrol (nasional maupun lokal),pembangunan jaringan titik kontrol 3-D yang homogen,analisa dan peningkatan kualitas dari kerangka titik kontrol terestris yang ada,pengkoneksian kerangka geodetik antar pulau, dan densifikasi dan ekstensifikasi dari jaringan titik kontrol), navigasi dan geodesi kelautan (navigasi dan penjejakan (tracking), baik untuk wahana darat, laut, udara, maupun angkasa,penentuan posisi untuk keperluan survei pemetaan laut (hidrografi, oseanografi, geologi kelautan, geofisika kelautan, eksplorasi, eksploitasi,pengkoneksian antar stasion pasut (unifikasi datum tinggi),penentuan SST (Sea Surface Topography), dan penentuan pola arus dan gelombang).